Sunday, 20 November 2016
Kisah Mujahid Muda dan Sang Istri Penyabar di Tanah Iran
Ilustrasi,
Kisah nyata ini diceritakan oleh seorang anggota Harakah ansar Iran (Kelompok Mujahidin Ahlus Sunnah wal Jamaah di Iran) melalui situs resminya, tentang seorang mujahid dan istrinya yang penyabar. Berikut kisahnya:
Saya akan menceritakan kepada kalian sebuah kisah yang indah tentang seorang mujahid muda ketika ia baru pertama kali bergabung di jajaran Mujahidin, beberapa tahun lalu. Tahukah kalian, ia adalah seorang mujahid yang cintanya terhadap Allah dan Jihad sangat besar. Ia berangkat untuk menunaikan kewajibannya pada saat Subuh setelah hari pernikahannya. Tetapi yang sangat luar biasa adalah apa yang istrinya katakan ketika ia hendak pergi. Sang istri mengatakan, “Aku akan senantiasa bersujud kepada Allah hingga engkau kembali atau jasadmu kembali.” Dengan dorongan semangat ini, ia meninggalkan kesenangan duniawi, demi sebuah hidup penuh kesulitan dan pengorbanan. Pada suatu malam, pada saat perjalanannya dari satu kamp ke kamp yang lain, ia merelakan dirinya sendiri untuk mencari bantuan makanan di dekat desa terdekat untuk para sahabat mujahidin. Mengetuk pintu dari rumah ke rumah, ia disambut dengan sambutan yang sangat tidak ramah, setiap rumah hanya mengatakan kepadanya bahwa para Mujahidin itu tidak diterima di sini. Pada saat ia tiba di rumah ke-10, ia mengangkat tangannya berdoa kepada Allah dan mengatakan “Ya Allah! Engkau adalah saksiku bahwa Aku hanya ingin mencari sisa makanan untuk saudara-saudaraku, sehingga kami bisa menunaikan kewajiban kami lebih baik lagi demi Engkau. Dan Engkau adalah Maha Pemberi, Maha Pemurah!” Terkejutlah ia, rumah terakhir ini sangat menyambutnya dengan hangat. Sang pemilik menawarkan semua rotinya dan mengatakan, “Bagaimana mungkin keluargaku bisa tidur, sementara para tentara Allah kelaparan?” Dan kemudian dengan semua kantong penuh makanan, ia kembali dengan sangat gembira ke kamp yang jauhnya beberapa kilometer. Namun, di belakangnya ia mendengar suara tangisan dan teriakan yang datang dari salah satu rumah di pinggiran desa itu. Segera ia meletakkan makannya di pinggir jalan dan masuk ke rumah itu untuk memeriksanya – tidak ada persiapan untuk apa yang akan dihadapi. Di sana ia melihat 5 hingga 6 laki-laki memperkosa salah satu gadis desa itu. “Hey!” ia berteriak tanpa ragu-ragu, mengagetkan geng pemerkosa itu. “Jika kalian tidak berhenti sekarang dan pergi, Aku akan membunuh kalian semua!” lanjutnya dengan pandangan tajam (yakin). Tetapi sebelum ia bisa mengambil pistol yang ada di pinggannya, salah satu dari para pemerkosa itu berada di ruangan lain, mengeluarkan pisau dan menikamnya di punggung dan kakinya – membuatnya tersungkur ke lantai. Beruntungnya, meski dalam keadaan kalut, ia mampu mengeluarkan pistolnya dan menembaki semua pemerkosa itu (dengan rahmat Allah). Dengan mengabaikan rasa sakitnya dan nyaris tak bisa berjalan, ia mengenakan pakaian gadis muda itu, mengambil makanannya, dan membawanya kembali ke desa dengan selamat. Dan sebelum ada orang tahu siapa yang telah menyelamatkan gadis muda itu, ia kembali ke kampnya. Ketika ia kembali, dengan bajunya yang bersimbah darah, ia segera disambut oleh para Mujahidin dan menceritakan kepada mereka tentang peristiwa yang telah terjadi. Para Mujahidin terkejut dan terkagum padanya, bahwa mujahid muda yang belum berpengalaman ini mampu menangani geng pemerkosa itu sendirian. Yang membuat bertambah kekaguman mereka adalah, pada saat itu mereka juga mengetahui bahwa ia baru saja menikah dan datang ke tanah Jihad ini sehari setelah pernikahannya. Komandan menghiburnya karena luka-luka yang ia derita, mendoakannya, dan mengirimnya kembali ke rumahnya untuk meluangkan waktu bersama istrinya hingga ia sembuh dari lukanya. Setelah tidak melihat istrinya selama beberapa minggu setelah pernikahannya, ia mengatakan kepada saya (yang bercerita -red) “Ketika Aku kembali ke rumah, ke istri saya, seakan Allah telah menempatkan cinta satu sama lain di hati kami. Kami tahu bahwa kami menikah untuk mencari ridho Allah, dan kami akan membantu satu sama lain untuk membangun istana kami di Jannah, bersama.” Kemudian, ia telah sembuh, Alhamdulillah, dan telah kembali untuk berjihad bersama istrinya yang penyabar yang mendukungnya dari rumah. Semoga Allah memberikan kita Mujahidin seperti ikhwan ini, dan para istri seperti akhwat ini, Aamiin.
Oleh: Nasser Balochi
Wednesday, 16 November 2016
"أسكن في معهد تحفيظ "منابيع العلوم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ إِنَّ
الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ
وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا،
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ
هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
أَمَّا بَعْدُ؛
اليوم اتمني اكتب شيء ثلاثة أشهر تجربة تسكن في معهد تحفيظ
"منابيع العلوم" كوباع حلو في ولاية بيناج. في احد عشر شهرا من السنة
الماضي،انا و صديقي هو اسمه شزوان عيمان وقد تم الانتهاء من الإمتهان. نحن يناقشان
حول من المستقبل عندما الانتهاء من المدرسة الثنوية الوطنية الدينية نيبوع تبل.
نحن نقترح نريد الحصول على الدورات التحفيظ القرءان و القراءة الى حيث لا يوجد سوى
الجامعة الذي لديه الدورات.تبدأ في ذلك،ونحن على حد سواء باستعدادات للحصول على
ديبلوما التحفيظ القرءان و القراءة فيما بعد.في هذا الصدد،انا أريد أن أدخل أي
معهد تهفيظات القرءان لاستعدادا لدخول الجامعة في وقت لاحق.بعد أسبوع من نهاية
الامتحان،ذهبت إلى قرية صغيرة تقع في كوباع حلو.
هذا هو المكان الذي كان جدي قد درست العلم الفقة و الإيمان و الحديث
وغيره.فيها أيض تقع معهد تهفيظ "منابيع العلوم" كوباع حلو يتحيز لمدرسة
منابيع العلوم. أسجل كما طالب معهد تهفيظ "منابيع العلوم" في ذلك اليوم
.السجل الوحيد الانتةاء الطلاب في معهد تهفيظ يحتفلون بوصول طلابي جيدجدا.ساعدوا
اي أيضا رفع البضائع من السيارة في بيت الطلابة.بعد ذلك ،كما انها صديقي للتسجيل
معهد تهفيظ ايضا.بعد أن وقعت،ساعدني وأصدقائي الجدد له رفع البضائع من السيارة في
بيت اطلابة. في المساء اليوم التالي، شجعهم على يلعب كرة القدم في ملعب المدرسة
.نرجع من ملعب المدرسة الساعة السادسة ونصف في بيت الطلابة لأن نتنول العشاء
معا.كنا فتنت لرؤية كيف يتم التعامل مع الطعام بعدالسنة مثل تنول الطعام في لوحة
كبيرة و الجلوس النبي اقترح .أتابع ما يفعلونه لأن يمكن مكافأة مجانا. في الليل
،الانتهاء من صلاة المغرب كل الطلاب هدفه يهفظون القرءان عن ظهر قلب جديد و ما
حفظت سوف تسمع بلأستذ بعد صلاة الفجر.للطلاب جديد قيل لنا أن أحفظ سورة السجدة و
الدخان و ياسين و الملك.الحمدالله لقد حفظت سورة السجدة و ياسين و الملك الذي عاش
فقط سورة الدخان،حتى في تلك الليلة وأنا أحفظ سورة الدخان.ثم بدأت تحفيظ الاول في
سورة الدخان على صفحة الاول.في البدية،اعتقدت هذا كلن حفظ الأشياء البسيطة ولكنها
من الصعب جدا.مرات عديدة حاولت أن تحفظ،ولكنها لم تنجح. في تلك اللحظة،شعرت حقا
بخيبة أمل واليائس.بعد حين ،وجاء صديق لي وسأل "يا صديقي،كيف حالك ؟..هل
يحفظون؟" أجبت "من اصعب حقا أن يستظهر".يقول قلت له قواعيد لحفظها
القرءان بسهولة ثم من أجل قواعدة ما قاله. الحمدالله وشكرالله تمكنت من حفظ صفحة
واحدة من مساء اليوم. في اليوم التالي،الاستماع إلى قراءة المعلم بسهولة. يقول
المعلم "انت ممتز ،تقرأ على نحو سلس جدا". أجبته للمعلم "الأصدقاء
الذين يعلمني قواعيد الحفظ و مساعدة من الله .هذا هو بلدي الروتين في اليوم
التالي. يومالجمعة
في الأسبوع الأول كنت هناك ،وفوجئت لأن العديد من السيرات أمامي
المعهد. سألت أحد أعما مه "ماذا تفعل" يقول عم"مناقشات التبشيرية
جنبا إلى جنب مع العلماء".ينقشون القانون فقه و تقليدية و الحديث
وغيرها.قرروا أيضا لمن أن يأخذوا معهم غلى الطريق للتبشير الله .نحن أحساس أعجب
حقا بشجاعة معلمون في حفلة. هذا هو بلدي الروتين الى جنب ما وعه تخرج في المعهد .
في اليوم الأخير، لقي كل المعلم و اقل شكر على علمتني .ولوكان اثنين من أبناء
دائرتي الانتخابية الذين يمكن حفظ في عضون ثلاثة أشهر،و أنا ممتن جدا لإتاحة
الفرصة لتعلم كيفية حفظ.قبل اخيرا كتاباتي في هذه المرة،أريد أن اقول التي عرضت
البرنامج الديبلوم تحفيظ القرءان و القراءه في الجامعة السلطن ازلن شاه. و أخيرا ،
شكرا على قرات بلدي البلوق حتى نهاية.بإذن الله،بعد هذا التقينا مع قصتي في
الجامعة. إِذَا وَجَـدْتُمْ خَطَأً فِي كَلاَمِي، كُلُّ ذَلِكَ مِنِّي... وَإِذَا وَجَدْتُمْ
صَوَابًـا فَمِنَ اللهِ الكلمة الأخيرة، السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
وَبَرَكَاتُهُ.
Subscribe to:
Comments (Atom)